Hasil Visum Temukan Memar di Kepala, Keluarga Yakin Junian Rinaldo Betvhin Tewas Akibat Kekerasan, Ayah Korban Mendesak Polisi Usut Tuntas, Dua Terduga Pelaku Kini Resmi Ditahan di Polsek Bengkong
Kepriinsight – Duka mendalam menyelimuti keluarga Junian Rinaldo Betvhin, seorang pria berumur 24 tahun yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Bengkong Indah Atas, Kota Batam, pada Rabu, 11 Februari 2026. Ayah korban, Yosef Verilius Lolu, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan tindak kekerasan yang diduga menjadi penyebab kematian anaknya.
Menurut keterangan ayah korban, Junian pertama kali ditemukan dalam kondisi tubuh sudah kaku di dalam kamar kosnya oleh sanak keluarga yang datang untuk mengecek keberadaannya setelah tak dapat dihubungi dikawasan Bengkong Indah Atas
Peristiwa bermula pada 9 Februari 2026. Saat itu, korban sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada kakaknya bernama Sony, mengeluhkan sakit kepala hebat. Keluhan tersebut kemudian diteruskan kepada sang ayah. Merespons kondisi itu, kakak korban menjemput Junian dari kos dan membawanya ke rumah orang tua. Saat turun dari sepeda motor, korban tampak berjalan kaku dan tidak normal, seperti orang yang menahan sakit berat.
Keluarga sempat mencurigai adanya dugaan keracunan karena kondisi korban yang melemah secara drastis. Untuk pertolongan awal, korban diberi minum susu beruang hingga hampir empat kaleng. Keesokan hari nya pada 10 Februari 2026, korban sempat mengatakan kepada ayahnya bahwa kondisinya sudah mulai sedikit membaik, lalu memutuskan kembali ke kamar kosnya.
Namun keesokan harinya, Rabu 11 Februari 2026, pihak keluarga kembali mencoba menghubungi korban, tetapi tidak mendapat respons. Kekhawatiran pun mendorong keluarga mendatangi kos korban, hingga akhirnya menemukan Junian telah meninggal dunia dalam kondisi kaku.
Malam sebelum pemakaman, sekitar pukul 00.00 WIB, keluarga dan rekan-rekan korban berkumpul untuk berdoa. Dalam kesempatan itu, seorang rekan korban yang akrab disapa Gope menyampaikan informasi penting kepada ayah korban. Gope mengaku sempat melerai korban saat terjadi peristiwa cekikan yang dilakukan oleh seseorang bernama Sentis.
Menurut cerita Gope, sebelum kejadian tersebut, korban diketahui menghadiri sebuah pesta pernikahan di kawasan Kampung Air. Di sela acara pesta, terjadi dugaan pemukulan terhadap korban oleh dua orang pelaku, di mana satu orang memukul dan satu lainnya mencekik korban. Dugaan inilah yang diyakini keluarga menjadi penyebab utama menurunnya kondisi korban hingga akhirnya meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut, pada Kamis pagi, 12 Februari 2026, pihak keluarga secara resmi melaporkan peristiwa ini ke Polsek Bengkong Hasil visum yang diterima keluarga menunjukkan adanya memar di bagian kepala korban, yang semakin menguatkan dugaan tindak kekerasan.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan adil. Saat ini, dua orang yang diduga sebagai pelaku telah diamankan dan ditahan di Polsek Bengkong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Keluarga korban menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan bagi almarhum Junian Rinaldo Betvhin. (*)
