Lapor Pak Dirjen, Pengusaha Rokok Ilegal H-Mind Panen Untung di Batam, Rampok Uang Negara Miliaran Rupiah dengan Tidak Membayar Cukai
Kepriinsight – Peredaran rokok ilegal bermerek H-Mind di Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam. Ketua Suara Mahasiswa Nusantara (SMN), Haris Armanda, menuding pengusaha di balik bisnis gelap tersebut telah merampok uang negara dengan menghindari kewajiban membayar cukai, sementara aparat Bea Cukai Batam diduga mengetahui praktik ini berjalan.
“Pengusaha ini jelas merampok uang negara. Cukai itu sumber penerimaan untuk pembangunan, tapi mereka sengaja menghindar. Batam justru mereka jadikan lumbung uang untuk keuntungan pribadi,” tegas Haris, Jumat (8/8/2025).
Haris bahkan berandai-andai, jika dirinya menjabat sebagai Kepala Bea Cukai Batam, tidak akan ada sebatang pun rokok ilegal H-Mind yang berani beredar. “Kalau saya jadi Kepala BC Batam, akan saya sikat habis,” ujarnya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal (Satgas BKC Ilegal). Langkah strategis ini bertujuan melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil.
“Satgas ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal secara berkelanjutan. Dengan satgas ini, kita berharap tercipta ekosistem barang kena cukai yang legal dan berintegritas,” tegas Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Rabu (9/7/2025).
Kami berharap, Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama memerintahkan Kepala BC Batam segera mengambil langkah tegas untuk membersihkan Batam dari praktik curang ini. Penegakan hukum yang konsisten, pengawasan distribusi di lapangan, dan pemberantasan jaringan pemasok menjadi kunci memutus mata rantai peredaran rokok ilegal yang sudah terlalu lama dibiarkan berkembang di daerah ini.
Haris mengungkap, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang diduga menjadi pemain utama dalam distribusi rokok ilegal H-Mind di Batam. “Nama-nama itu akan kami sampaikan. Kami mendesak Kepala BC Batam untuk menindak tegas mereka,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa tindakan nyata di lapangan, pembentukan satgas hanya akan menjadi slogan. “Batam ini sekarang jadi pusat distribusi rokok ilegal H-Mind. Kalau tidak diberantas, negara rugi, rakyat rugi, dan pengusaha nakal terus untung besar,” tutup Haris.
