Ria Saptarika Ajak Warga Aktif Jaga Ruang Publik dari Pelanggaran
KEPRIINSIGHT – BATAM – Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau, Ria Saptarika, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ruang publik dari berbagai bentuk pelanggaran. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga RW 05, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Rabu (30/7) di Nada Seafood, Patam Lestari.
Dalam forum yang dihadiri ratusan warga ini, Ria mendorong masyarakat untuk aktif memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat Pilar bukan hanya jargon. Ini adalah fondasi agar kita bisa hidup rukun di tengah perbedaan dan berperan membangun daerah. Kesadaran kolektif sangat penting,” ujarnya.
Diskusi menghangat saat beberapa warga mengeluhkan keberadaan baliho dan spanduk liar yang menjamur di sejumlah titik. Warga menilai, selain merusak pemandangan kota, reklame ilegal juga mengganggu pelaku usaha yang patuh aturan.
“Kami sebagai warga sudah resah. Reklame tanpa izin dipasang sembarangan—di taman, pohon, bahkan tiang listrik. Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga soal keselamatan,” kata Surya, tokoh masyarakat yang hadir.
Ria menyambut serius masukan itu dan meminta Pemko Batam menindak tegas reklame ilegal. Ia juga menekankan pentingnya keadilan bagi para pelaku usaha yang taat membayar pajak dan mengikuti prosedur.
“Tidak bisa dibiarkan. Reklame liar itu bentuk ketidakadilan. Yang patuh aturan jangan sampai dirugikan. Penegakan hukum harus jalan, dan warga bisa ambil peran dengan melapor bila melihat pelanggaran,” tegasnya.
Menurut Ria, menjaga ruang publik adalah bagian dari semangat Pancasila dan bentuk cinta terhadap tanah air. Ia mengajak warga untuk tidak apatis dan memulai kepedulian dari hal-hal sederhana.
“Menjaga kota bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita semua. Dari hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya, jaga ketertiban, hingga aktif dalam forum warga,” ucap mantan Wakil Wali Kota Batam tersebut.
Selain persoalan reklame, Ria juga menyinggung isu krusial lain di Batam, seperti banjir, reklamasi, dan konflik agraria. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah-masalah tersebut harus berlandaskan musyawarah, gotong royong, dan rasa tanggung jawab bersama.
“Kalau semangat Empat Pilar dipraktikkan dalam kehidupan nyata, maka apa pun masalah di kota ini bisa dihadapi bersama, dengan cara yang adil dan beradab,” pungkasnya.
